TUGAS 6
Nama :
Hendi Rediana
NIM :
17861013
Kelas : A
Alamat Blog : https://hendirediana.blogspot.com
TINJAUAN PUSTAKA
PEMBAHASAN
TENTANG MULTIMEDIA
A.
Pengertian
Multimedia
Ada beberapa pengertian
media dalam pendidikan menurut beberapa ahli:
- Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerimasehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. (Sadiman , 2007)
- Media adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimaannya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. (Munadi , 2008)
Beberapa pengertian
multimedia dapat dikemukakan sebagai berikut:
Multimedia yakni media yang melibatkan
berbagai indera dalam sebuah proses pembelajaran. Termasuk dalam media ini
adalah segala sesuatu yang memberikan pengalaman secara langsung bisa melalui
computer dan internet, bisa juga melalui pengalaman berbuat dan pengalaman
terlibat.(Munadi, 2008)
Menurut Suyanto (2003) bahwa multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan
teks, grafik, audio, gambar gerak (vidio dan animasi) dengan menggabungkan link
dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi
dan berkomunikasi.
Dari definisi di atas
terkandung beberapa komponen penting multimedia. Pertama, harus ada komputer
yang mengkordinasikan apa yang dilihat dan didengar. Kedua, harus ada link
yangmenghubungkan kita dengan informasi, menjelajah jaringan informasi. Ketiga,
harus ada navigasi yang memandu kita. Keempat, multimedia menyediakan tempat
kepada kita untuk mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan informasi dan
ide kita sendiri.
Multimedia sangat
potensial untuk meningkatkan mutu proses belajar-mengajar, yang akhirnya
diharapkan meningkatkan hasil belajar peserta didik. Tidak saja bisa
memperjelas sajian, tetapi juga lebih menghemat waktu belajar, lebih luwes,
membuat apa yang dipelajari lebih tahan lama di ingatan, dan mampu memberikan
“pengalaman lapangan” yang sulit dilakukan tanpa media tersebut. Pemanfaatan
multimediadalam proses pembelajaran telah membawa akibat munculnya alternatif
pola pembelajaran baru yaitu: kurikulum
- bahan belajar - peserta didik. Proses pembelajaran bisa berlangsung baik
secara klasikal dalam kelompok besar, sedang, kecil maupun secara individual
dan mandiri. Paket multimedia biasanya digunakan dalam belajar individual,
mandiri, namun kadang-kadang digunakan pula dalam kelas di bawah bimbingan
guru.
Konsep multimedia lebih
dekat ke pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik
(students centered oriented) bukan
pendekatan yang berpusat pada guru (teachers oriented). Apapun juga konteks
penggunaan paket multimedia pasti memiliki kadar interaksi yang tinggi antara peserta
didik dengan bahan belajar. Multimedia merupakan media pembelajaran yang dapat
menggantikan fungsi guru-terutama-sebagai sumber belajar. Namun multimedia
bukanlah satu-satunya penentu utama keberhasilan dalam belajar sebab yang
mengajar tetap saja guru. Dalam penggunaan multimedia, apabila peserta didik
faham dan terampil maka kegiatan akan berjalan dengan baik dan peserta didik
berhasil menguasai bahan pelajaran. Tetapi jika sebaliknya, maka media tersebut
dapat menghambat keberhasilan.(Munir, 2008)
B.
Dasar
dan Landasan Penggunaan Multimedia Dalam Pembelajaran
Menurut Sudjana dan Rivai (2007) , multimedia merupakan salah
satu bentuk dari pendidikan berbasis teknologi, yang memiliki landasan baik
secara filosofis, sosiologis dan psikologis.
- Landasan filosofis
Dalam proses belajar-mengajar, multinedia interaktif
menitik beratkan pada kemampuan peserta didik secara individual dimana materi
disusun berdasarkan ketingkat kesiapan sehingga peserta didik menunjukkan
perilaku tertentu yang diharapkanLandasan sosiologis,
2. Landasan sosiologis
Landasan teknologi pendidikan khususnya multimedia ada
pada komunikasi insani. Karena model dari multimedia memberikan jangkauan yang
luas untuk berinteraksi dan saling mengenal antara manusia sedunia. Komunikasi
pun dipandang sebagai proses, yaitu suatu proses pengoperan dan penerimaan
lambang-lambang yang mengandung makna.
- 3. Landasan Psikologis
Multimedia juga harus memperhatikan kondisi psikologis peserta
didik, di dalam multimedia interaktif disajikan dengan memberikan sub-sub
materi sehingga peserta didik bisa memilih sesuai minat dan perkembangannya,
disamping itu multimedia memberikan stimulus melalui soft ware yang akan
direspon oleh peserta didik. Multimedia pun bisa dipelajari dan diputar secara
berulang-ulang, disana juga terdapat penguatan. Bagi peserta didik yang
memiliki kemampuan di bawah rata-rata
bisa memahaminya dengan cara mengulang-ulang sampai peserta didik hafal dan
memahami dari simulasi-simulasi yang diuji cobakan.
C. Karakteristik Multimedia
Menurut Munir (2008) , multimedia
memiliki karakteristik yang merupakan kelebihan yang tidak dimiliki oleh media
lain, yaitu:
1. Multimedia
menyediakan proses interaktif dan memberikan kemudahan umpan balik
2. Multimedia
memberikan kebebasan kepada peserta didik dalam menentukan topic proses
pembelajaran.
3. Multimedia
memberikan kemudahan control yang sistematis dalam proses pembelajaran.
Umpan balik yang
digunakan dalam pembelajaran multimedia adalah melalui konsep permodelan,
latihan, dukungan, artikulasi dan refleksi. Dalam konteks ini permodelan
bermakna bahwa materi dikemas dengan memodifikasi unsur-unsur yang ada dalam
multimedia, misalnya teks berklip, memasukkan intonasi suara yang serasi,
menjadikan gambar yang bersesuaian dengan animasi yang menarik dan lainnya.
Sementara konsep latihan memerlukan software
yang memungkinkan peserta didik untuk terus menerus berinteraksi terhadap
soal-soal yang diberikan, hingga peserta didik menemui jawaban yang benar dan
tepat. Multimedia memberikan pilihan kepada peserta didik untuk memilih
pelajaran yang dilakukan sendiri atau berkelompok dengan pertimbangan faktor
kemudahan, untuk itu diperlukan basis data yang berisikan kata-kata yang
digunakan dalam proses pembelajaran, ini disebut dengan konsep dukungan.
Sedangkan konsep artikulasi diberikan secara audio untuk peserta didik
yang kurang bisa memahami perintah dalam bentuk teks. Konsep artikulasi
merupakan konsep tambahan dan program multimedia yang akan memperjelas suatu
masalah menggunakan kemampuan animasi atau video.
Selain memenuhi
karakteristik tersebut di atas, multimedia pembelajaran sebaiknya juga memenuhi
fungsi sebagai berikut:
- Mampu memperkuat respon pengguna secepatnya dan sesering mungkin.
- Mampu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengontrol kecepatan belajarnya sendiri.
- Memperhatikan bahwa peserta didik mengikuti suatu urutan yang koheren dan terkendalikan.
- Mampu memberikan kesempatan adanya partisipasi dari pengguna dalam bentuk respon, baik berupa jawaban, pemilihan, keputusan, percobaan dan lain-lain.
D.
Manfaat
Multimedia Dalam Pembelajaran
Munadhi (2008) mengatakan secara umum manfaat yang dapat
diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, waktu
mengajar lebih efektif dan efisien, kualitas belajar peserta didik dapat
ditingkatkan dan proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan
saja, serta sikap belajar peserta didik dapat ditingkatkan.
Manfaat di atas akan
diperoleh mengingat terdapat kelebihan dari sebuah multimedia pemebelajaran
yaitu:
1. Memperbesar
benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri,
elektron dll.
2. Memperkecil
benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti
gajah, rumah, gunung, dll.
3. Menyajikan
benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat,
seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu mesin, beredarnya planet,
berkembangnya bunga dll.
4. Menyajikan
benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju.
5. Menyajikan
benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau,
racun, dll.
6. Meningkatkan
daya tarik dan perhatian peserta didik.
E.
Fungsi
Dan Peran Multimedia Interaktif Dalam Pembelajaran
Menurut Munadhi (2008) bahwa multimedia
sebagai media pembelajaran, memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi
media pembelajaran sebagai sumber belajar yakni media pembelajaran sebagai
penyalur, penyampai, penghubung dan lain-lain.
2. Fungsi semantic yakni kemampuan media dalam
menambah perbendaharaan kata (symbol verbal) yang makna atau maksudnya
benar-benar dipahami anak didik (tidak verbalistik).
3. Fungsi
manipulative, pertama, kemampuan multimedia dalam mengatasi batas-batas ruang
dan waktu, yaitu; kemampuan menghadirkan obyek atau peristiwa yang sulit
dihadirkan dalam bentuk aslinya, mampu menyingkat waktu yang panjang,
menghadirkan kembali obyek atau peristiwa yang telah terjadi sebelumnya. Kedua,
kemampuan multimedia dalam mengatasi keterbatasan indra, yakni memperbesar
obyek yang terlalu kecil, membantu peserta didik dalam memahami obyek yang
bergerak terlalu cepat atau lambat, membantu memahami obyek yang membutuhkan
kejelasan suara, membantu peserta didik dalam memahami obyek yang terlalu
kompleks.
4. Fungsi
psikologis, yaitu :
1. Fungsi
psikologis, yaitu :
a. Fungsi
atensi, dapat meningkatkan perhatian (attention) peserta didik terhadap materi
ajar.
b. Fungsi
afektif, yakni menggugah perasaan,
emosi, dan tingkat penerimaan atau penolakan peserta didik terhadap sesuatu.
c. Fungsi
kognitif, melalui multimediapembelajaran akan memperoleh dan menggunakan
bentuk-bentuk representative yang mewakili obyek-obyek yang dihadapi.
Obyek-obyek itu dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan atau
lambang yang dalam psikologi termasuk perbuatan mental. Semakin sering
dihadapkan dengan obyek-obyek membantu perkembangan kognitif peserta didik.
d. Fungsi
imajinatif, media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengembangkan imajinasi peserta
didik.
e. Fungsi
motivasi, memberikan dorongan peserta didik untuk senang belajar dan memudahkan
bagi peserta didik yang dianggap lemah dalam menerima pelajaran.
5. Fungsi
Sosio-Kultural yakni mengatasi hambatan sosio-kultural antar peserta komunikasi pembelajaran. Ini bisa diberikan oleh sosio-kultural yang terjadi di
lingkungan karena multimedia sebagai
media pembelajaran memiliki kemampuan dalam memberikan rangsangan yang sama,
mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi sama. Sedangkan peran
multimedia dalam pembelajaran adalah:
a. Memberikan umpan balik/ interaktif.
b. Mengatasi hambatan peserta didik dalam
menerima pelajaran dengan waktu yang
terbatas.
c. Mengatasi perbedaan gaya belajar.
d. Mengatasi hal-hal yang terlalau kompleks.
e. Mengatasi kesulitan guru mengontrol keragaman
kemampuan peserta didik.
F.
Format
Multimedia dalam Pembelajaran
Darmawan (2011), menyatakan bahwa format
sajian multimedia pembelajaran dapat dikategorikan ke dalam empat kelompok
sebagai berikut:
1. Tutorial
Format sajian ini merupakan
multimedia pembelajaran yang dalam penyampaian materinya dilakukan secara
tutorial, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan oleh guru atau
instruktur. Informasi yang berisi suatu konsep disajikan dengan teks, gambar,
baik diam atau bergerak dan grafik. Pada saat yang tepat, yaitu ketika dianggap
bahwa pengguna telah membaca,
menginterpretasikan dan menyerap konsep itu, diajukan serangkaian pertanyaan
atau tugas. Jika jawaban atau respon pengguna benar, kemudian dilanjutkan
dengan materi berikutnya. Jika jawaban atau respon pengguna salah, maka
pengguna harus mengulang memahami konseptersebut secara keseluruhan
ataupun pada bagianbagian tertentu
saja (remedial). Kemudian pada bahagian akhir biasanya akan diberikan
serangkaian pertanyaaan yang merupakan tes untuk mengukur tingkat pemahamn
pengguna atas konsep atau materi yang disampaikan.
2. Drill
dan Practise.
Format ini dimaksudkan untuk melatih
pegguna sehingga memiliki kemahiran dalam suatu keterampilan atau memperkuat penguasaan
sutu konsep. Program menyediakan serangkaian soal atau pertanyaan yang biasanya
ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan makan soal
ataupertanyaan yang tampil selalu berbeda, atau paling tidak dalam kombinasi
yang berbeda. Program ini dilengkapi dengan jawaban yang benar, lengkap dengan
penjelasannya sehingga diharapkan pengguna akan bisa pula memahami suatu konsep
tertentu. Pada bahagian akhir, pengguna bisa melihat skor akhir yang dia capai, sebagai indikator untuk mengukur
tingkat keberhasilan dalam memecahkan soal-soal yang diajukan.
3. Simulasi
Multimedia pembelajaran dengan format
ini mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya untuk mensimulasikan pesawat
terbang, di mana pengguna seolah-olah melakukan aktifitas menerbangkan pesawat
terbang, menjalankan usaha kecil, atau pengendalian pembangkit listrik tenaga
nuklir dan lain-lain. Pada dasarnya format ini mencoba memberikan pengalaman
masalah dunia nyata yang biasanya berhubungan dengan suatu resiko, seperti pesawat yang akan jatuh atau menabrak, perusahaan akan
bangkrut, atau terjadi malapetaka nuklir.
4. Permainan/Game
Tentu saja bentuk permaianan yang
disajikan di sini tetap mengacu pada proses pembelajarandan dengan program
multimedia berformat ini diharapkan terjadi aktifitas belajar sambil bermain. Dengan demikian pengguna
tidak merasa bahwa mereka sesungguhnya sedang belajar.
G. Cara Mengembangkan Multimedia
Dalam penyusunan
desain materi pembelajaran, setidak-tidaknya perlu memegang prinsip-prinsip
dasar yang dikenal dengan istilah desain instruksional (instructional design).
Secara umum desain instruksional dapat diartikan suatu proses yang sistematis untuk menghasilkan materi pembelajaran
yang efektif, detail dan terinci, termasuk di dalamnya proses dan bentuk
evaluasinya yang harus dilaksanakan.(Leung. 2009).
Setelah ditetapkan
model pengembangan, langkah selanjutnya adalah pembuatan model. Karena
banyaknya model desain instruksional, maka perlu dipilih desain yang paling
sesuai dengan tujuan pembelajaran yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran
yangingin dicapai. Salah satu model yang cukup terkenal adalah model ADDIE
yaitu Model Analisis Desain, Development atau pengembangan, Implementasi dan
Evaluasi. Beberapa tahapan dalam model ADDIE adalah sebagai berikut:
1.
Tahap Analisis (analisis phase); pada
tahapan ini pengembang media menentukan sasaran pengguna media, apa yang harus dipelajari,
pengetahuan-pengetahuan sebagai prasyarat yang harus dimiliki, berapa lama
durasi waktu yang efektif yang diperlukan untuk menggunakan media dalam proses
pembelajaran.
2.
Tahap Desain (Design phase); pada tahapan
ini ditetapkan tujuan apa yang ingin dicapai dari media pembelajaran yang akan
dibuat, apa jenis pembelajaran yang akan diterapkan serta penetapan isi materi
yang akan dijadikan inti pembelajaran dalam media.
3.
Tahap Pembuatan (Development phase); pada tahapan ini media
pembelajaran mulai kembangkan sesuaidengan apa yang sudah ditetapkan sebelumnya
di dalam tahapan desain. Yang perlu diperhatikan dalam tahapan ini adalah
penerapan system yang akan digunakan
serta memperhatikan prinsip 4 kriteria media (kesesuaian, kemudahan,
kemenarikan dan kemanfaatan).
4.
Tahap Implementasi (Implementation phase);
media pembelajaran yang telah dibuat perlu disosialisasikan kepada peserta
didik, jika dianggap perlu CD interaktif media pembelajaran didukung dengan
buku petunjuk penggunaan atau manual sebagai panduan awal dalam menggunakan
media.
5.
Tahap Evaluasi (Evaluation phase); evaluasi
digunakan untuk mengukur seberapa jauh peserta didik menguasai materi
pembelajaran. Ada dua evaluasi dalam tahapan ini yaitu evaluasi dalam rangka
memperoleh umpan balik dalam proses pembelajaran dan evaluasi untuk mengukur
pencapaian melalui indicator pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
M.
Suyanto. (2003). Multimedia Alat Untuk
Meningkatkan Keunggulan Bersaing, Yogyakarta: Andi.
Sadiman, Arief S. (2007). Media Pendidikan. Jakarta : Raja
Grafindo.
Sudjana,Nana dan Rivai, Ahmad (2007), Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sudjana,Nana dan Rivai, Ahmad (2007), Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Munadi, Yuhdi. (2008). Media Pembelajaran. Jakarta : Gaung
Persada.
Munir. (2008). Kurikulum Berbasisi Teknologi Informatika dan Komunikasi. Bandung :
Alfabeta
Mulyanto
& Marlon Leung. (2009). Tutorial
Membangun Multimedia Interaktif, Media
Pembelajaran. Yogyakarta : Universitas Atmajaya.
Darmawan,
Deni, Dr. S.Pd., M.Si. (2011). Teknologi
Pembelajaran. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.
Darmawan, Deni, Dr. S.Pd., M.Si. (2014). Inovasi Pendidikan. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya.
Comments
Post a Comment